Ketika Malaikat Maut Bersahabat Dengan Nabi Idris

Published by Ponpes Anwarul Huda on

Mohammad Sofi Anwar

وَاذْكُرْ فِي الكِتَابِ إِدْرِيْس إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا وَرَفَعْنهُ مَكَانًا عَلِيًّا

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam kitab (Al Qur’an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi

(QS. Maryam: 56-57)

Adam, idris, nuh, hud, sholih, ibrahim, luth……

Masih ingatkah kita dengan lagu ini ?

Hum adamun idrisun nuhun hudu ma’ sholih wa ibrahimu kullun muttaba’…..

Kalau yang sudah lama mondok pasti tidak asing dengan nadzam ini

Lagu dan nadzam diatas pasti telah diajarkan guru-guru kita ketika kita masih duduk di taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD/MI). Itulah cara guru-guru kita dulu memperkenalkan nama-nama nabi kepada kita yang pada saat itu ingatan kita belum kuat. Oleh karenanya, guru kita memperkenalkan 25 nabi sambil bernyanyi untuk mempermudah kita dalam menghafalnya. Sungguh luar biasa perjuangan guru-guru kita, semoga Allah membalas kebaikan mereka dan mengampuni segala dosa mereka. Alfaatihah….

Berbicara mengenai nama-nama nabi, pastinya kita sudah hafal nama 25 nabi Allah. Diantara mereka ada yang disebut nabi al musthofa, habibullah, kalimullah, ulul azmi, abu al anbiya’, khotam al anbiya’ dan lain sebagainya. Selain itu ada juga yang memiliki mu’jizat yang luar biasa seperti yang telah diceritakan guru-guru kita, seperti nabi ibrahim yang tidak mempan dibakar, nabi musa yang terkenal dengan tongkatnya, nabi isa Isa yang baru lahir bisa bicara, atau nabi muhammad yang mu’jizatnya masih terjaga hingga saat ini, yaitu Al Qur’an.

Diantara kisah nabi dan rasul yang telah diceritakan guru-guru kita, ada satu kisah nabi yang unik dan berbeda dari kisah nabi yang lain, yaitu kisah nabi Idris. Nabi Idris adalah nabi kedua setelah nabi Adam. Mungkin diantara kita sudah ada yang mengetahui kisah nabi Idris dari buku, internet, ataupun referensi yang lain. Oleh karenanya, pada tulisan ini penulis ingin mengungkapkan kisah ini dalam bentuk percakapan supaya lebih hidup. Para pembaca yang budiman juga diperkenankan untuk mementaskan kisah ini dalam bentuk drama singkat, karena kisah ini dalam bentuk percakapan. Percakapan antara nabi Idris dengan malaikat maut.

Diceritakan dalam kitab durrotun nasihin hal 135, bahwa Allah SWT telah memasukkan nabi Idris ke surga dan meninggikan derajatnya setiap hari higga membuat malaikat maut rindu kepadanya dan ingin bertemu dengannya. Keinginan yang begitu besar untuk bertemu nabi Idris mendorong malaikat maut berdo’a kepada Allah.

Malaikat maut: Ya Allah…. izinkan aku menemui nabimu nabi Idris, aku ingin mengunjunginya

Mendengar do’a sang malaikat maut, Allah Yang Maha Kuasa mengizinkan malaikat maut mengunjungi nabi yang dirindukannya itu.

Setelah mendaptkan izin dari Allah, malaikat maut datang menemui nabi Idris dalam wujud seorang laki-laki. Ketika malaikat maut datang, nabi Idris sedang megerjakan shooim ad dahr (puasa satu tahun). Menjelang berbuka puasa, malaikat maut mengetuk pintu rumah nabi Idris dengan membawa makanan surga.

Malaikat maut: tok tok tok… tok tok tok (suara malaikat maut mengetuk pintu)

Nabi Idris: Masuklah… mari ikut makan bersamaku

Mendengar ajakan nabi Idris untuk makan, laki-laki itu hanya diam, dia tidak mau makan. Laki-laki itu lebih memilih duduk di dekat nabi idris tanpa memakan apapun. Setelah nabi idris selesai makan, nabi Idris hendak beribadah kepada Allah.

Nabi Idris: Aku hendak beribadah kepada Allah, apakah kamu mau ikut bersamaku beribadah kepada Allah ?

Mendengar ajakan nabi Idris, laki-laki itu hanya diam tanpa megatakan sepatah kata. Karena laki-laki itu hanya diam, nabi Idris tidak memaksanya untuk ikut ibadah. Laki-laki itu lebih memilih duduk di dekat nabi Idris hingga nabi idris selesai ibadah. Ketika terbit fajar nabi Idris terkejut melihat laki-laki itu masih duduk di dekatnya.

Nabi Idris: Siapa kau sebenarnya ? kenapa tidak mengatakan sepatah katapun ? dan kenapa kau mau menungguku hingga aku selesai ibadah ?

Mendengar pertanyaan nabi Idris, laki-laki itu hanya diam dan tetap tidak mengatakan apapun ?

Nabi Idris: Baiklah, jika kau tidak mau mengatakannya.  Hai, kau. Apakah kau mau ikut berjalan bersamaku agar aku merasa bahagia ?

Malaikat maut: Ya

Kemudian mereka berdiri dan berjalan cukup jauh hingga mereka tiba di sebuah sawah. Setelah mereka tiba di sebuah sawah laki-laki itu bertanya kepada nabi Idris.

Malaikat maut: Apakah kamu mengizinkan aku mengambil beberapa tangkai tanaman iniuntuk kita makan bersama ?

Nabi Idris: Subhaanallah…. kemarin kamu tidak mau makan makanan halal dan sekarang kamu ingin makan makanan haram.

Setelah nabi Idris dan laki-laki itu berjalan bersama selama 4 hari, nabi Idris melihat laki-laki yang bersamanya itu tidak seperti manusia pada umunya. Karena merasa curiga, nabi Idris bertanya kepada laki-laki itu

Nabi Idris: Siapa kamu ?

Malaikat maut: Aku malaikat maut

Nabi Idris: Apakah kamu yang mencabut banyak nyawa ?

Malaikat maut: Ya

Nabi Idris: Sudah 4 hari kamu bersamaku, apakah kamu telah mencabut nyawa seseorang ?

Malaikat maut: Ya, aku telah mencabut banyak nyawa. Nyawa makhluk ciptaan Allah dihadapanku seperti makanan. Aku akan memakannya seperti halnya kamu makan

Nabi Idris: Kamu datang kesini untuk apa ? Untuk berkunjung atau untuk mencabut nyawa ?

Malaikat maut: Aku datang kesini hendak berkunjung, atas izin Allah

Nabi Idris: Wahai malaikat maut, aku punya keinginan

Malaikat maut: Apa keinginanmu ?

Nabi Idris: Aku ingin kau mencabut nyawaku kemudian Allah menghidupkanku supaya aku lebih bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah setelah aku merasakan pahitnya mati

Malaikat maut: Sesungguhnya aku tidak bisa mencabut nyawa seseorang kecuali atas izin Allah SWT

Kemudian Allah memberi wahyu kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa nabi Idris saat itu juga. Setelah nabi Idris meninggal, malaikat maut menangis dan memohon kepada Allah dan meminta kepada-Nya supaya menghidupkan nabi Idris yang sudah dianggap sebagai saudaranya. Allah mendengar dan mengabulkan do’a malaikat maut. Nabi Idris hidup kembali.

Malaikat maut: Wahai saudaraku, bagaimana ? kamu menemukan pahitnya mati ?

Nabi Idris: Jika seekor hewan dikuliti/dilepas kulitnya sedang hewan itu dalam keadaan hidup, maka pahitnya mati seribu kali lebih sakit dari itu

Malaikat maut: Aku mencabut nyawamu dengan sangat halus. Tidak pernah aku mencabut nyawa seseorang seperti aku mencabut nyawamu

Nabi Idris: Wahai malaikat maut, aku punya keinginan lain. Aku ingin melihat neraka jahanam, dan aku akan beribadah kepada Allah setelah aku benar-benar melihat segala siksaan dan rantai-rantai dan segala sesuatu yang ada di dalam neraka.

Malaikat maut: Bagaimana aku bisa pergi ke neraka jahanam bersamamu tanpa izin dari Allah ?

Seketika itu datang wahyu dari Allah supaya malaikat maut pergi pergi ke neraka bersama nabi Idris. Setelah mendapatkan izin dari Allah, malaikat maut dan nabi Idris pergi ke neraka. Mereka melihat segala sesuatu yang diciptakan Allah  untuk musuh-musuhnya-Nya. Diantaranya rantai-rantai dan belenggu-belenggu, ular-ular, kalajengking, aspal, buah zaqum, dan air yang mendidih. Setelah mengelilingi neraka, malaikat maut dan nabi Idris keluar dari neraka dan menyatakan keinginannya kepada malaikat maut.

Nabi Idris: Wahai malaikat maut, aku punya keinginan lain. Aku ingin pergi ke surga, sehingga aku bisa melihat segala sesuatu yang ada di dalamnya yang diciptakan Allah untuk hambanya supaya aku bisa menambah ketaatanku kepada Allah.

Malaikat maut: Bagaimana aku bisa pergi ke surga bersamamu tanpa izin dari Allah ?

Seketika itu datang wahyu dari Allah supaya malaikat maut pergi ke surga bersama nabi Idris. Setelah mendapat izin dari Allah keduanya pergi ke surga dan ketika sampai di surga mereka berhenti di pintu surga. Nabi Idris melihat segala sesuatu yang ada di surga dari depan pintu surga diantaranya, kenikmatan yang melimpah, kerajaan-kerajaan yang besar, pemberian yang agung, pepohonan, buah-buahan, dan tumbuhan yang lainnya.

Nabi Idris: Wahai saudaraku, aku telah menyicipi pahitnya mati dan aku telah melihat keadaan neraka jahim dan segala sesuatu yang menakutkan di dalamnya. Apakah kau bisa menanyakan kepada Allah, bolehkah aku masuk ke surga dan meminum airnya sehingga hilang pahitnya kematian dan segala sesuatu yang menakutkan dari neraka jahim.

Malaikat maut: Baiklah, aku akan mencoba meminta izin kepada Allah. Apakah kau boleh masuk surga atau tidak.

Setelah meminta izin kepada Allah, nabi musa diperbolehkan masuk ke surga bersama malaikat maut. Mereka mengelilingi surga dan menyaksikan segala keindahan yang ada di surga beserta kenikmatan-kenikmatannya.

Malaikat maut: Wahai saudaraku, sudah saatnya kita keluar dari surga. Mari, kita harus segera pergi.

Nabi Idris: Oh ya, mari kita pergi dari sini

Sebelum nabi Idris meninggalkan surga, dia meninggalkan sandalnya di bawah pohon-pohon surga. Dia meminta izin kepada malaikat maut untuk kembali ke surga dengan alasan mengambil sandalnya yang telah tertinggal di bawah pepohonan suga.

Nabi Idris: Wahai saudaraku, sandalku tertinggal di bawah pepohonan surga. Bolehkah aku kembali ke surga untuk mengambilnya ?

Malaikat maut: Ya, jangan lama-lama. Aku akan menunggumu di depan pintu surga

Setelah mendapat izin dari malaikat maut untuk mengambil sandal yang tertinggal, nabi Idris masuk kembali ke surga dan tidak mau meninggalkan surga.

Malaikat maut: Hai, Idris….. keluarlah (kata malaikat maut sambil menjerit-jerit)

Nabi Idris: Tidak, aku tidak mau keluar dari surga ini. Karena Allah telah bersabda كل نفس ذائقة الموت bahwa setiap yang bernyawa pasti merasakan mati. Dan aku telah merasakannya. Allah juga bersabda وإن منكم إلا واردها bahwa tidak ada seorangpun diantara kamu yang tidak mendatangi neraka. Dan aku telah mendatangi neraka. Allah juga bersabda وما هم منها بمخرجين yang artinya mereka tidak akan dikeluarkan darinya (surga). Dan sekarang aku sudah berada di surga. Oleh karena itu, siapa yang akan mengeluarkan aku dari surga ?

Mendengar perkataan nabi Idris, Allah SWT memberikan wahyu kepada malaikat maut. Kata Allah, “Tinggalkanlah Idris wahai malaikat maut. Sesungguhnya aku telah menetapkan sejak zaman azali (zaman dimana Allah belum menciptakan apa-apa) bahwa Idris adalah penghuni surga.

            Demikianlah kisah nabi Idris AS dan malaikat maut. Jika kita memabaca kisah ini, kita bisa menyimpulkan bahwa nabi Idris adalah nabi Allah yang lebih pandai dari malaikat maut. Bahkan malaikat maut menganggapnya sebagai saudara yang selalu dirindukannya. Malaikat maut sangat menyayangi nabi Idris karena amalnya nabi Idris yang begitu luar biasa. Saking sayangnya kepada nabi Idris, malaikat maut begitu halus mencabut nyawa nabi Idris ketika nabi Idris meminta nyawanya dicabut. Walaupun malaikat maut mencabut nyawa nabi Idris dengan sangat halus, nabi Idris tetap merasa kesakitan. Bahkan nabi Idris megatakan bahwa rasa sakitnya 1000 kali lebih sakit daripada seekor hewan yang dikuliti/dilepas kulitnya sedang hewan itu dalam keadaan hidup.

Lalu, bagaiman dengan kita ?

Kita bukan nabi Idris dan Amal kita tidak sebanyak amalnya nabi Idris. Lalu, apakah malaikat maut menyayangi kita seperti malaikat maut menyayangi nabi Idris ? Kira-kira seberapa sakit yang kita rasakan ketika nyawa kita dicabut ?

Waallahu a’lam bisshowab…….

Bagikan:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *