SHOLAT

Published by Ponpes Anwarul Huda on

Oleh Fahmi Fardiansyah

Sholat itu memiliki pengertian sama dengan doa, kasih saying, ampunan, pujian yang bagus kepada Allah danr rasul-Nya, dan rangkaian ibadah yang berisi ruku’, dan sujud. Namun yang menjadi persoalan kenapa muslim wajib sholat?

Karena sholat adalah hal fardlu dalam agama, dan kerenanya membedakan antara iman dan kafir, dan karenanya barang siapa menegakkan sholat sungguh ia telah menegakkan agama, dan barang siapa yang menghancurkan sholat sungguh ia telah menghancukan agama.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radliyallahu’anhuma berkata: “telah bersabda rasulullah shallahua’alaihiwasalam: “Sholat lima waktu adalah suatu perkara yang peramakali Allah wajibkan kepada ummatku, dan sholat lima waktu adalah suatu perkara yang pertama kali diangkat dari amal-amal mereka, dan sholat lima waktu adalah suatu perkara yang pertama kali dianyakan kepada mereka dari amal-amal mereka. Maka barang siapa yang sholat wajibnya tidak sempurna, Allah berkata, “lihat! Apakah kalian dapati dari hamba-Ku sholat sunah untuk menutupi kekurangannya dari sholat wajib.”(H.R. Hakim).

Diriwayatkan dari jabir: telah bersabda Rasullulah shallahu’alaihi wasalam: “Sholat lima waktu bagaikan sungai yang mengalir lagi menyegarkan yang berada didepan pintu rumah salah satu dari kalian, ia mandi di sungai itu sebanyak lima kali, adakah sisa kotoran darinya?.(H.R. Muslim)

Pada kenyataannya, banyak di masa sekarang ini aliran-aliran yang mengajak meninggalkan sholat, dengan berbagai macam alasan, Ada yang beralasan sholat itu menyita waktu kerja sehingga menurunkan produktifitas manusia dalam berkerja, ada yang beralasan sholat itu cukuplah diambil maknanya yaitu mengingat Allah sehingga cukup hanya mengingat Allah pada saat datangnya waktu sholat, dan masih banyak lagi sekelompok gerakan untuk menarik masa mereka mengeluarkan “fatwa” bahwa sholat telah digantikan dengan ibadah lain, padahal meraka mengaku islam.

Lantas bagaimana dengan Nabi shallahu’alaihiwasalam?

Dari Al Mughirah bin Syu’bah ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam shalat hingga kedua kakinya bengkak, lalu dikatakan kepada beliau, “Kenapa tuan memperbarat diri, padahal dosa-dosamu yang lalu dan yang akan datang telah diampuni?” beliau bersabda: ”Tidak sukakah menjadi orang yang bersyukur?” (H.R. Tirmidzi)

Sungguh indah, Rosulullah shallahu’alaihiwasalam yang telah ditanggung oleh Allah dan tidak akan melakukan dosa (makshum) masih melakukan sholat sampai kakinya bengkak, Rosulullah shallahu’alaihiwasalam yang diegaskan Allah wa lasaufa yu’thika rabbuka fa tardlo (Dan kelak Rabbmu pasti memberimu hingga kamu puas) masih melakukan sholat hingga bangkak kakinya, Rosulullah shallahu’alaihiwasalam yang dijamin masuk surga pertama kali masih menjalankan sholat hingga kakinya bengkak.

Yusuf an-Nabhany berkata: “ampunan Allah terbagi menjadi dua, ampunan bagi umumnya manusia untuk menghapus dosa, dan ampunan bagi khususnya manusia untuk terhindar dari kehinaan.”

Lantas bagaimana dengan kita yang penuh kekurangan namun Allah memberikan kita nikmat-Nya setiap hari tampa terlambat?, bagaimana dengan kita yang melakukan dosa dan Allah selalu melihat dosa itu namun Allah masih mengizinkan kita dengan rahamat-Nya merasakan nikmatnya makan, minum dan berpakaian?, bagaimana dengan kita yang hanya mendekati-Nya ketika ada butuh saja? Pantaskah kita meninggalkan sholat? Pantaskah kita mensia-siakan sholat hanya Karena dorongan kemalasan sesaat? Pantaskah kita meninggalkan sholat hanya kerena mengedepankan duniawi kita?, “Sesungguhnya shalat itu atas orang-orang yang beriman adalah suatu kewajiban yang ditetabkan waktunya”.

Bagikan:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.