ISTANA BAGI PARA PEMAAF

Published by Ponpes Anwarul Huda on

Oleh: KH M. Baidowi Muslich

“…..Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahala atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak  menyukai orang-orang yang zhalim

(QS asy Syura: 40)

Syariat Islam ada dua macam. Pertama syariat muqayadah; syariat yang sudah ditetapkan Allah, waktunya maumupun pelaksanaanya sudah ditetapkan seperti shalat, puasa, dan haji. kedua syariat mutlaqah; syariat yang bersifat umum, tidak dibatasi, tanpa ada ketentuan yang baku, baik caranya maupun waktunya. Seperti halal bihalal yang sudah menjadi tradisi di Indonesia. meskipun tidak dicontohkan secara langsung namun maknanya adalah ajaran Islam yakni saling memaafkan.

Memaafkan orang lain adalah perintah Allah Swt. Dan orang yag memberi maaf termasuk orang yang bertaqwa. Dan hal ini juga pernah terdapat dalam sebuah kisah yang mana dalam kisahnya dituntut kita untuk saing memaafkan. Karena bagi keduanya ada hikmat apalagi bagi ia yang mampu memafkan siapa saja yang pernah melakukan kesalahan kepadanya.

Dalam sebuah kisah, Rasulullah Saw berdoa di Arafah agar semua ummatnya diampuni. Allah Swt memberi jawaban, bahwa semua dosa ummatnya akan diampuni kecuali perbuatan zhalim. Rasullulah Saw menangis, sebab ada ummatnya yang tidak diampuni.

Setelah dari Arafah beliau mabit di Muzdalifah. Di Muzdalifah beliau mendapat isyarah bahwa semua dosa ummatnya akan diampuni termasuk yang berbuat dzalim. Maka beliau tersenyum. Sahabat Umar yang melihat beliau tersenyum bertanya, apa yang membuat engkau tersenyum. “doaku telah terkabul, bahwa semua ummatku diampuni,” jawab beliau.

Lalu bagaimanakah caranya dosa orang yang zhalim itu diampuni. Rasulullah SAW kemudian diperlihatkan sebuah fragmen (semacam tayangan), ada dua orang yang bersengketa di hadapan Allah Swt. Yang satu berbuat zhalim pada yang lainnya. yang dizhalimi mengadu kepada Allah. Ya Allah, orang ini memiliki hutang kepada saya, tapi dia tidak mau membayarnya. Lalu Allah bertanya kepada si pelaku zhalim bahwa dia harus membayar atau melunasi tanggungannya. Ya, Allah saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Orang yang didzalimi meminta, kalau orang tersebut tidak melunasinya, ya dosa saya limpahkan kepada orang itu.

Melihat fragmen tersebut Rasulullah Saw menangis. Kemudian Allah Swt memerintahkan orang yang dizhalimi itu melihat ke atas. Saat itu, ia melihat surga, di sana ada istana-istana yang terbuat dari emas. Istana yang sangat megah. Orang itu terkagum kagum.

“Ya Allah, sungguh luar biasa istana ini. Milik siapakah gerangan istana itu?”. “Kamu bisa memiliki istana itu”. “bagaimana saya bisa memilikinya Ya Allah?”. “kamu bisa memilikinya dengan cara memaafkan saudaramu ini”. “baiklah Ya Allah, saya ikhlas dan saya maafkan orang ini”.

Subhanallah, sungguh luar biasa. Itulah mankna sifat Allah Al-Muqsith (Maha Adil) keadilan Allah yang disertai solusi yang membahagiakan bagi semua pihak.

Inilah pentingnya kita memaafkan kesalahan orang lain. Sebab orang yang mau memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya ditangguh oleh Allah Swt. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran. Faman ‘afaa wa ashlaha fa’ajruhu ‘alallaahi, innahu laa yuhibbuzh zhalimiin. Artinya “………maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahala atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak  menyukai orang-orang yang zhalim” (QS asy Syura: 40). Dengan adanya penjelasan, cerita dan ayat diatas maka dapat disimpulkan bahwa saling memaafkan merupakan anjuran yang harus kita lakukan kapanpun dan dimanapun. Sebanyak apapun kesalahan orang tersebut kita berusaha memaafkannya karena selama kita memaafkan dan berbuat baik maka pahal Allah sudah menjaminnya. Namun dalam hal inipun sebaliknya kita selain memaafkan juga harus berusaha tidak berbuat zhalim dalam hal apapun. Berlaku jujur dan adil, bayar ketika ada hutang, dan meminta maaf jika bersalah.

 

Sumber referensi: Buletin Media Ummat edisi 259/Minggu ke I-II Juli 2017/6-20 Syawal 1438 H.

Bagikan:

2 Comments

Mu'alim · May 30, 2020 at 1:26 pm

Seneng bisa baca ini, semoga korona segera hilang biar bisa puas bersilaturrahim, terutama dumateng pengasuh, semoga beliau dan keluarga serga keluarga besar PPAH sehat selalu dan barokah. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.