HIKMAH NUZULUL QUR’AN

Published by Ponpes Anwarul Huda on

Oleh: KH M Baidowi Muslich 

Setiap tanggal 17 Ramadlan umat Islam di mana-mana memperingati Nuzulul Qur’an. Sebenarnya yang diperingati itu adalah turunnya ayat-ayat pertama yang mencanangkan kenabian Muhammad SAW.

Sebagaimana kita ketahui bahwa wahyu pertama yang diturunkan Allah adalah lima ayat pertama di surat Al-‘Alaq:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ   (5)

Artinya:

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
  4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Jelas sekali dalam ayat itu, betapa pentingnya ilmu pengetahuan. Perintah membaca pada pembukaan, yang selanjutnya disusul dengan ayat demi ayat berjumlah 6236 ayat, sebagian besar mendorong kepada kita untuk menuntut ilmu pengetahuan.

Setelah perintah tuhan yang pertama ini turun kemudian wahyu tersebut terhenti selama kurang lebih 2-3 tahun, sehingga Nabi Muhammad SAW merasa sangat rindu kepadanya.

Barulah turun wahyu-wahyu berikutnya secara bertahap dan berangsur-angsur sampai al-Qur’an itu seluruhnya selesai dengan memakan waktu kurang lebih 22 tahun.

Adapun hikmah mengapa al-Qur’an itu diturunkan secara berangsur antara lain:

  1. Yang akan digarap pertama kali adalah merubah mental manusia dari percaya kepada tuhan-tuhan berhala kepada Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT…. perubahan tersebut tidak bisa sekaligus tetapi perlu waktu setahap demi setahap agar menjadi mantap.
  2. Untuk memberi kesempatan kepada Nabi bersama sahabat-sahabat agar menghafal (menghayati) serta mengamalkan dengan baik.
  3. Menolak tuduhan orang-orang kafir bahwa al-Qur’an itu karangan Nabi Muhammad.
  4. Turunnya suatu ayat disesuaikan dengan kondisi yang sangat tepat sehingga setiap ayat itu turun mengandung sejarah yang disebut Asbabun Nuzul.

 

Al-Qur’an mendorong kita kepada kemajuan. Jika al-Qur’an itu dibaca (dipahami benar-benar), diperhatikan dan dianalisa tujuan dan maknanya (yang tersurat dan tersirat secara ilmiah) maka akan terasalah bahwa al-Qur’an itu benar-benar menyuruh manusia itu melihat, memperhatikan, berfikir, menganalisa, bekerja dan beramal. Tujuannya tidak lain kecuali agar mereka hidupnya bahagia lahir batin, dunia akhirat.

Di samping al-Qur’an menyuruh manusia itu beriman dan beramal shalih, betapa banyaknya ayat-ayat di dalamnya yang menyuruh manusia memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi, binatang ternak, planet-planet, tumbuh-tumbuhan, sungai-sungai, lautan dan segala isinya.

Semua itu diciptakan oleh Allah untuk manusia agar dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup, dan selanjutnya agar mereka itu hidup beriman dan mengabdi/beribadah kepada Allah SWT.

Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ (١٠) يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالأعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (١١) وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (١٢)وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الأرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ ١٣  (النحل : 10 – 13)

Artinya:

  1. Dia-lah, yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
  2. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
  3. dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (Nya),

 

Al-Qur’an yang diwahyukan Allah ‘Azza wa Jalla melalui Malaikat Jibril pada hakikatnya adalah merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Dan kemukjizatan al-Qur’an itu dapat kita saksikan sampai sekarang ini, bahkan masih akan tetap terpelihara sampai hari kiamat. Tidak ada satupun buku atau kitab yang lebih banyak dibaca manusia dalam sehari semalam melebihi ayat-ayat al-Qur’an.

Al-Qur’an dibaca di kala manusia muslim bersembahyang di seluruh penjuru dunia ini, di masjid-masjid, musholla-musholla, di rumah-rumah. Tidak ada waktu-waktu yang kosong dari bacaan Al-Qur’an selama 24 jam di permukaan bumi ini.

Kalau kita di sini sedang tidur tengah malam, maka di negeri Eropa sana orang-orang Islam sedang membaca Al-Qur’an dalam sholat Dhuhur, demikian seterusnya.

Betapapun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini ternyata lebih banyak menyingkap rahasia-rahasia al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu. Oleh karena itu, barangsiapa yang ingin memperoleh petunjuk-petunjuk dalam hidup dan kehidupan ini, silahkan baca al-Qur’an karena al-Qur’an itu  هدى للمتقين.

Barangsiapa yang ingin terobati hatinya, tentram jiwanya, berkah hidupnya, selalu memperoleh rahmat dan kasih sayang, silahkan baca dan renungkan ayat-ayat al-Qur’an sebab al-Qur’an itu merupakan شفاء ورحمة للمؤمنين. Janganlah puas kalau ada keluarga/anak kita yang tidak bisa membaca al-Qur’an.

 

Bagikan:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.