Oleh: Abdul Muiz Humaidi

Sudahkah anda membaca Sholawat? Tentu saja dalam beribadah sehari-sehari kita sebagai ummat Islam tidak lepas dengan yang namanya sholawat, ketika melaksanakan kewajiban sholat kita diwajibkan membaca sholawat. Sholawat merupakan jamak dari kata shalat, sholawat berasal dari bahasa arab yang berarti doa, rahmat dari Allah atau memberi kebajikan. Tidak hanya dalam sholat saja, dibaca dimanapun kita berada kita membaca sholawat. Dalam keadaan sendiri, santai bahkan dibaca bersama seperti maulid nabi, kegiatan majelis taklim pada umumnya.

Disampaikan oleh Syekh Fuzi Abdul Ghoffar di Masjid Sayyidah Zainab Kairo Mesir tentang dahsyatnya pahala membaca sholawat kepada Nabi Muhammad yakni Jika engkau tidak menemukan jalan keluar pada suatu masalah, maka pasti akan ada jalan keluar berkat membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Jika engkau dalam keadaan sakit, maka perbanyaklah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad untuk menghilangkan itu semua. Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepada orang yang membaca sholawat satu kali dan Allah akan menurunkan seratus rahmat kepada orang yang membaca sholawat sepuluh kali, oleh karena itu perbanyaklah membaca sholawat dan Allah akan menurunkan seribu rahmat kepada orang yang membaca seratus sholawat, oleh karena itu janganlah membatasi jumlah dalam membaca sholawat, maka janganlah meninggalkan membaca sholawat sehari pun karena dapat menyebabkan engkau bukan termasuk orang yang istiqomah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad.

Sholat dan puasa menjadi sia-sia bagi orang yang meninggalkan membaca sholawat dan jika dosamu menumpuk sampai tidak bisa dihitung, maka Allah pasti akan mengampuni dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad. Pahala amal kebaikan akan dilipat gandakan jika dibarengi dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad. Ketika engkau menghadapi sakaratul maut dikasur kematian, engkau akan melihat kebahagiaan bayang-bayang surga sebab engkau memperbanyak membaca sholawat dimasa sehat. Ketika di dalam liang kubur, engkau akan diberi keistimewaan dan aman dari siksa kubur sebab memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad dimasa hidup, dan janganlah takut ketika dua malaikat Munkar dan Nakir yang menakutkan itu datang, katakan kepada mereka berdua Muhammad! (bisa menjawab pertanyaan mereka, berkat memperbanyak sholawat di masa hidup).

Sesungguhnya Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan juru selamat bagi siapa saja yang beriman dengannya dari kalangan para ahli tauhid, sebagai pemimpin bagi kalangan orang-orang yang bertakwa, hujah atas para makhluk semuanya, serta pemberi syafa’at pada hari kiamat, yang Allah SWT utus dirinya tatkala kosong dari para rasul, maka dengannya Allah SWT memberi petunjuk kepada jalan yang lurus serta penjelas jalan tersebut bagi umat manusia. Kemudian Allah SWT mewajibkan bagi para hamba -Nya untuk mentaatinya, tunduk kepadanya serta menjaga dan menunaikan hak-haknya, salah satunya yaitu dengan bershalawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Dari Hadits riwayat An-Nasai, Abu Dawud dan Ahmad serta di Sahihkan oleh An-Nawawi disebutkan: Saya mendengar Rasulullah SAW. Bersabda: Janganlah kamu menjadikan kuburku menjadi persidangan hari raya. Bersholawatlah kepadaku karena sholawatmu sampai kepadaku dimana saja kamu berada. Hadits tersebut mengemukakan dengan tegas dan jelas bahwa Nabi memerintahkan umatnya untuk bersholawat kepada beliau, sebab Shalawat yang dibaca oleh umatnya akan sampai kepada Nabi. Banyak sekali karya para ulama yang mengetengahkan khususan (keistimewaan) shalawat yang masyur dikalangan ulama dan kaum muslimin. Diantaranya yakni:

  1. Al Barzanji, Karya Seikh Ja’far Al Barzanji
  2. Addibai, Karya Abdurrahman Addiba’i
  3. Simthuduror Karya Ali bin Muhammad Al Habsy
  4. Adhiyaulamie Karya Umar bin Syekh Abubakar bin Salim

Kita Sholat, Puasa, Zakat belum tentu diterima akan tetapi amalan yang sudah tentu diterima oleh Allah yakni sholawat kepada Nabi. Sholawat merupakan salah satu bentuk penghormatan kita kepada Baginda Rosulullah SAW. Sebagai hamba yang lemah, sudah sepatutnya kita mengharap syafaat beliau. Ketika kita membaca sholawat insyaAllah kita diselamatkan dari segala macam marabahaya. Saat kita membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang untung bukan baginda nabi sendiri justru yang untung malah diri kita sendiri. Sholawat merupakan seruan kepada Allah. Dalam beribadah sebagai umat muslim membaca sholawat menjadi suatu kewajiban. Kewajiban tersebut terdapat pada ibadah yang dilakukan sehari-hari seperti sholat dan juga sholat jum’at. Sholawat sendiri menjadi rukun dalam sholat, kita diwajibkan membaca pada tasyahud awal maupun akhir. Jika dalam melaksanakan sholat kita tidak membaca sholawat maka sholatnya menjadi tidak sah. Sholat menjadi sebuah sarana untuk menambah iman kita kepada Allah maupun Rosulullah SAW.

Habib Munzir Fuad Al-Musawa mengatakan Dua janji Rasulullah SAW bagi seseorang yang menyibukkan dirinya dengan sholawat Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan Allah akan memenuhi semua keinginan dan cita-citanya. Selain itu jika kita gemar membaca sholawat kanjeng Nabi sudah menjamin akan nikmat hidupnya dan selamat kelak diakhirat. Seperti kalam yang Habib Syekh Assegaf beliau mengatakan 10 jaminan penggemar sholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

  1. Harapan dan keinginannya terwujud
  2. Matinya khusnul khotimah
  3. Mempermudah baginya untuk bertemu nabi
  4. Bahagia hidupnya
  5. Barokah anak-anaknya
  6. Lancar Rizkinya
  7. Selamat dari kimpitan hambatan dunia
  8. Dekat dengan Nabi
  9. Mendapat perlindungan khusus dari Allah SWT
  10. Mendapat Ridho Allah dan Nabi SAW.

Dalam berdoa setelah selesai sholat hendaknya memanjatkan doanya dengan tatacara yang santun dan sesuai dengan kaidah Islam yakni kebiasan orang memulainya pertama dengan memuji nama Allah SWT kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat dengan hati ikhlas dan tidak terburu-buru. Orang yang berdoa dengan memuji Allah namun tidak membaca sholawat untuk kanjeng Nabi Muhammad, orang tersebut bisa dikatakan terburu-buru dan tidak benar dalam kondisi yang konsentrasi. Orang yang berdoa tidak menyebut nama Allah dan kanjeng Nabi maka orang tersebut bisa dikatakan lebih mengutamakan atau mementingkan duniawinya daripada mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah SAW.

Berbagai macam majelis-majelis ta’lim yang ada diseluruh Indonesia seringkali terdapat pembacaan sholawat Nabi dan kurang afdhol apabila tidak melantunkan sholawat Nabi, karena pembacaan sholawat tersebut bisa dikatakan serangkaian acaranya. Banyak dikalangan santri di pondok pesantren yang ada di Indonesia diberi amalan untuk selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca sholawat bisa memberi kedamaian serta keselamatan bagi pembacanya dan juga membawa keberkahan pada diri kita. Teruslah membaca sholawat karena nanti akan menjadi penerang dihari kiamat. Semakin kita membaca sholawat berarti semakin cinta kita kepada kanjeng Nabi Muhammad. Adanya majelis taklim merupakan suatu wadah untuk menjak seseorang untuk mencintai utusan Allah. Kenikmatan ketika melantunkan sholawat biasanya dapat dirasakan ketika membaca sambil meresapi maknanya sampai meneteskan air mata. Bila matamu belum bisa memandang wajah Sayyidina Muhammad SAW secara langsung, maka jangan sampai telingamu tidak bisa merasakan nikmatnya mendengarkan sifat-sifat mulia kanjeng Nabi SAW didalam maulid burdah, sholawat dan sebagainya. Karena itu adalah suatu kenikmatan bagi orang orang yang cinta kepadanya. Jadilah pribadi yang taat, yang tak lupa membaca sholawat, karena akan menjadi syafaat pada hari kiamat, jadikanlah sholawat sebagai obat, semakin banyak membaca sholawat insyaAllah kita menjadi kuat, jiwa akan semakin sehat. Semoga kelak dihari kiamat kita termasuk yang memperoleh syafaat Rasulullah SAW. Semoga kita selalu istiqomah untuk selalu membaca sholawat.

Bagikan:

1 Comment

hana · March 18, 2020 at 7:31 pm

di Udi, lanjutkan menulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!