Haflatul Imtihan Sebagai Simbol Syukur Santri

Published by Ponpes Anwarul Huda on

Haflatul imtihan menjadi sebuah perayaan karena  telah berakhirnya serangkaian kegiatan  imtihan (ujian) dari setiap tingkatan  di Madrasah diniyah. Setiap  santri yang  telah mengikuti imtihan dinyatakan lulus  dan lanjut ke kelas atau jenjang selanjutnya apabila memenuhi batas nilai dan ketentuan-ketentuan yang yang telah ditetapkan oleh pihak madin (Red; Madrasah diniyah). Untuk kelas terakhir jika lulus maka mengikuti program takhossus yang diperuntukkan mutakhorijin dan juga mengajar.

Istilah haflatul Imtihan digunakan karena dari santri-santri yang lulus jenjang akhir tidak serta merta boyong dan pulang ke kampung halaman masing-masing berujung perpisahan, akan tetapi masih ada program khusus dan pengabdian (mengajar). Berbeda dengan istilah muwadda’ah yang lebih mengindikasikan makna perpisahan antara santri satu dengan santri yang lain.

Dalam haflatul imtihan yang ke-24 kali ini bertepatan dengan tanggal 04 Maret 2021 M atau 21 Sya’ban 1442 H para santri kelas terakhir diwisuda. Santri madrasah diniyah kelas 2 ulya dinyatakan layak diwisuda setelah menyelesaikan ujian dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan seperti ujian baca kitab, ujian komprehensif, ujian Al Qurcan metode tilawari serta pembuatan karya tulis Islami. Selain santri Madin, juga diwisuda santri TPQ Biruul Walidain  yang telah merampungkan ujian pada tingkatan masing-masing.

Acara dimulai pada jam 7 pagi bertempat di halaqah 1 ponpes Anwarul Huda dengan pembacaan sholawat oleh group Al-manna (Group banjari ponpes Anwarul Huda) untuk mengisi pra acara. Setelah itu acara dibuka oleh MC dengan bacaan ummul qura’an dilanjut dengan sholawat nabi dan sambutan-sambutan dari pengasuh, perwakilan wali santri dan ketua panitia. Para kyai, ustadz, perwakilan dari pemerintah desa, TNI, wali santri dan santri menjadi tamu undangan yang hadir dalam acara haflatul imtihan dengan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari cek suhu badan, penggunaan hand sanitizer,dan jaga jarak mengingat pandemi covid19 yang belum kunjung usai sampai saat ini.

Setelah sambutan selesai disampaikan, dilanjut dengan acara inti yaitu prosesi wisuda dari santri Madin Nurul Huda dan TPQ Birrul Walidain. Para wisudawan mengikuti serangkaian prosesi wisuda dengan hikmat yang diakhiri dengan pembacaan ikrar wisudawan. Dalam prosesi ini juga diumumkan para santri yang meraih prestasi di tingkat dan kelas masing-masing.

KH. Imam’ Ma’ruf selaku ketua PCNU kabupaten Malang berkenan hadir sebagai pengisi mauidloh hasanahsetelah prosesi wisuda dilakukan. Mauidloh disampaikan dengan begitu gamblang, ringan dan tidak lupa guyonannya yang menjadi ciri khas Kyai NU. Selain menyampaikan Mauidloh KH. Imam ma’ruf juga membacakan doa sebagai penutup acara menutup acara dengan doa. Beliau berpesan bahwa wisuda bukan menjadi sebuah akhir dari perjalanan dalam menuntut ilmu, melainkan menjadi tahapan dalam memperdalam ilmu. Ilmu yang telah dipelajari sangat penting untuk bisa diterapkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, ilmu tersebut dapat bermanfaat dan barokah.

Serangkaian acara Haflatul Imtihan ini juga diayangkan di kanal youtube Anwarul Huda TV dan Fanspage @halaqahsantri agar dapat dinikmati oleh segenap wali santri yang tidak bisa hadir di tempat maupun alumni.

Penulis : Wahyu fahriyan

Editor : Moh. Bastomi

Bagikan:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.